Pemuda, Bisa Apa?

by Duitin • Nov 2020

1604571422-Blog-10---Pemuda,-Bisa-Apa_-(1920-x-1080).jpg

"Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia" - Soekarno

Masih ingatkah kamu tentang sejarah yang terjadi pada tanggal 28 Oktober, 92 tahun lalu?

Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda pejuang kemerdekaan mengikrarkan tiga hal penting sebagai bentuk komitmen para pemuda pejuang kemerdekaan dalam mewujudkan cita-cita berdirinya Indonesia, yaitu “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia” dan “bahasa Indonesia”. Tiga ikrar ini menjadi salah satu tonggak sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia yang disebut sebagai ‘Sumpah Pemuda’. Itu artinya, sudah sejak dulu pemuda memiliki peran sangat penting bagi bangsa, bahkan menjadi motor penggerak kemerdekaan Indonesia. Wow, Luar biasa ya pemuda Indonesia!

Wah keren ya. Eh, tapi...kalau sekarang kan udah nggak berjuang memperebutkan kemerdekaan lagi nih, apakah sekarang pemuda jadi nggak punya peran?

Eits, jangan sedih. Siapa bilang merdeka artinya perang sudah tuntas? Masih ada banyaaaaaak sekali hal yang perlu kita perangi, sehingga negeri ini tentu masih membutuhkan peran para pemudanya. Yup, termasuk kamu. Tapi kamu tenang aja, perang yang dimaksud bukan perang yang bikin kamu perlu mengangkat senjata kayak di drakor Crash Landing On You, kok hihihi 😋. Perang yang dimaksud adalah perang terhadap sampah!

Lho, kenapa sampai harus diperangi?

Indonesia sudah darurat sampah. Darurat banget. Menurut data Sustainable Waste Indonesia 2017, diperkirakan terdapat total 64 juta ton sampah yang diproduksi setiap tahunnya atau 175 ribu ton per hari. Kalau ditumpuk, jumlah 175 ribu ton sampah itu bisa setinggi 100 m atau 3x lipat dari tinggi Gelora Bung Karno. Dari jumlah tersebut, per tahunnya hanya 7% sampah yang didaur ulang dan 69% masih menumpuk di TPA. Lebih parahnya lagi, 24% sisanya dibuang sembarangan alias illegal dumping, seperti ke sungai atau dibakar. Itu artinya, terdapat 93% atau sekitar 59,5 juta ton sampah yang tidak dikelola dengan baik sehingga beresiko mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan makhluk hidup. 

Itu data 3 tahun lalu, ya. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, angka sampah yang didaur ulang bukan meningkat tapi malah menurun. Pada tahun 2019, bahkan hanya 3% sampah yang menjalani proses daur ulang. Duhh.. 😟

Jadi tahu ‘kan kenapa harus berperang melawan sampah. Karena emang udah sedarurat itu guys.Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Yuk lakukan perubahan untuk masa depan yang lebih baik! Sebagai pemuda penerus bangsa, kamu bisa meneruskan perjuangan kemerdekaan mulai dari melakukan hal kecil untuk mengurangi tumpukkan sampah di TPA. Thanks to technology, sekarang kamu udah bisa memerangi sampah cukup dengan mengangkat smartphone-mu dan pesan penjemputan daur ulang lewat Duitin!

Dengan ikut #GerakanDaurUlang bersama Duitin, kamu bisa ikut mempertahankan perjuangan para pemuda kemerdekaan dimulai dari menjaga kebersihan di lingkungan sekitarmu. 

Bangga jadi pemuda, bangga jadi generasi penerus bangsa!

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2020!

Dengan berlangganan, kamu turut berkontribusi mendukung gerakan ini untuk masa depan yang lebih baik.