Mengenal Plastik

by Duitin • Nov 2020

1604568406-Blog-02---Mengenal-Plastik-(1920-x-1080).jpg

Coba lihat barang-barang plastik di sekitarmu, misalnya botol air mineral, botol sampo, atau tempat bekalmu. Meskipun sama-sama terbuat dari plastik, sadarkah kamu kalau ternyata semuanya berasal dari jenis plastik yang sangat berbeda? Tiap jenis plastik diklasifikasi berdasarkan bahan dasar pembuatnya, karakter, serta penggunaannya.

Lalu bagaimana cara membedakannya? Yuk kenali jenis-jenisnya!

  1. PET (Polyethylene Terephthalate)

    Contoh tipe plastik ini adalah botol air mineral atau minuman soda kemasan. Meskipun sering digunakan untuk wadah makanan atau minuman, jangan biarkan isinya berada terlalu lama dalam kemasan, sebab PET mengandung antimon trioksida, zat yang dapat menyebabkan kanker. Makanya, jangan gunakan PET berulang kali ya.

    Walaupun sekali pakai, PET bisa didaur ulang kok. Produk yang bisa dihasilkan dari RPET (Recycled PET) sangat beragam, misalnya benang untuk baju, koper, sparepart otomotif, karung, bahkan bijih plastik sebagai bahan dasar untuk memproduksi PET yang baru. Jadi, pastikan kamu mendaur ulang bahan PET ya!

  2. HDPE (High-Density Polyethylene)

    HDPE memiliki struktur yang relatif lebih kuat dan tahan terhadap berbagai jenis bahan kimia, sehingga, dianggap lebih aman digunakan untuk kemasan berbagai jenis produk, termasuk makanan dan minuman. Contoh penggunaan HDPE adalah kemasan jus, botol susu, obat, dan shampo.

    Istimewanya lagi, meskipun plastik ini tidak bisa terurai secara biologis, HDPE termasuk jenis plastik yang paling mudah didaur ulang, bahkan, bisa didaur ulang setidaknya hingga 10x! Hasil daur ulangnya bisa menjadi mainan, meja, botol, pulpen, dan lain-lain.

  3. PVC (Polyvinyl Chloride)

    Kalau PVC pasti sering dengar kan? Yup, tipe ini sering digunakan untuk pipa air di rumahmu. Selain itu, PVC juga digunakan untuk mainan, botol deterjen, kantong darah dan tabung medis. Sebenarnya, PVC adalah salah satu plastik yang paling berbahaya, karena kandungan klorin yang tinggi serta bahan kimia beracun karsinogenik lainnya seperti bisphenol A (BPA), timbal, dioksin, dan merkuri.

    Selain karena berbahaya, proses daur ulang PVC juga membutuhkan teknologi tinggi dan rumit, sehingga tidak banyak pabrik yang bisa mendaur ulang PVC. Maka, lebih baik hindari penggunaan PVC dalam kondisi apapun.

  4. LDPE (Low-Density Polyethylene)

    Sadar atau tidak, plastik jenis ini pasti paling sering kamu lihat (dan gunakan). Yak, betul! Kantong kresek! Selain strukturnya yang ringan dan kuat, LDPE termasuk jenis plastik yang murah dan mudah diproduksi, serta aman untuk bungkus produk konsumsi. Penggunaan LDPE sangat sering dijumpai pada makanan atau minuman, mulai dari kantong kresek, bungkus roti, botol madu, bungkus frozen food, dan lain-lain. Meskipun aman digunakan, plastik ini tidak ramah lingkungan karena sulit didaur ulang. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari penggunaan plastik ini ya, atau, jika terpaksa, gunakan plastik ini berulang kali sehingga tidak terbuang dan mencemari lingkungan.

  5. PP (Polypropylene)

    Plastik jenis PP pasti sering kamu bawa ketika piknik atau bepergian. Ya, PP merupakan plastik yang digunakan pada wadah bekal makanan dan minuman karena selain tipe plastik ini kuat dan tahan terhadap panas, PP juga salah satu jenis yang aman untuk makanan dan minuman. Sayangnya, fasilitas mendaur ulang PP belum banyak tersedia karena termasuk yang paling sulit didaur ulang. Jadi, pastikan kamu merawat wadah bekalmu agar awet digunakan selama bertahun-tahun, ya.

  6. PS (Polystyrene)

    Plastik PS biasa kita kenal sebagai styrofoam. Meskipun biasanya PS digunakan untuk mangkuk sekali pakai dan wadah makanan, sebenarnya penggunaan PS untuk makanan tidak dianjurkan karena jika terkena panas dan berminyak akan mengeluarkan reaksi beracun yang berbahaya bagi otak dan syaraf. Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, styrofoam juga tidak bisa didaur ulang. Waduh.. Baiknya betul-betul hindari penggunaan PS, deh.

  7. Other

    Kode nomor 7 digunakan untuk bahan plastik selain di atas, contohnya plastik baru, bioplastic, atau campuran seperti Polycarbonate (PC). Penggunaan PC pada wadah makanan dan botol minuman sangat berbahaya karena memiliki kandungan BPA (bisphenol A) yang sangat tinggi. Sebagian besar pabrik daur ulang tidak menerima plastik dengan kode nomor 7 karena cenderung sulit didaur ulang.

Kenapa sih harus tahu kode angka ini? Angka tersebut adalah kode untuk mengklasifikasi tiap jenis plastik agar lebih mudah diidentifikasi dan dikumpulkan sesuai jenisnya sehingga memudahkan proses pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab. Sekarang sudah tahu kan perbedaan dari beberapa jenis sampah plastik yang ada di sekitarmu. Yuk, mulai memilah!

Dengan berlangganan, kamu turut berkontribusi mendukung gerakan ini untuk masa depan yang lebih baik.