STOP..! Buang Popok Sekali Pakai Sembarang. Berikut 5 Dampak Bahayanya

by Slyika • May 2021

1621936554-Blog-14---STOP-Buang-Popok-Sekali-Pakai-Sembarang-Berikut-5-Dampak-Bahayanya-(1920-x-1080).jpg

Penggunaan popok sekali pakai atau pospak sudah menjadi hal umum di kalangan keluarga yang memiliki bayi atau balita. Pemakaian pospak dianggap solusi praktis bagi keluarga karena nyaman untuk dipergunakan ketika anak tidur dan bepergian.

Pada tahun 2018, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKPN) memperkirakan setiap tahunnya sekitar 4,2 hingga 4,8 juta bayi lahir di Indonesia. Terbayang berapa banyak jumlah pospak yang dipakai setiap harinya?

Sayangnya banyak masyarakat yang belum menyadari jika limbah pospak ini tidak ramah lingkungan. Terlebih lagi masih banyak yang tidak memiliki kesadaran untuk mengelola limbah pospak dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Mulai sekarang, berhentilah membuang limbah pospak sembarangan karena bisa menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan.

Simak 5 akibat membuang limbah pospak sembarangan, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Mencemari dan Merusak Ekosistem Sungai

Kebiasaan buruk membuang popok bekas pakai ke selokan atau sungai seringkali menyebabkan limbah ini mencemari sekaligus merusak ekosistem sungai karena mengandung banyak bahan kimia yang bisa menyebabkan kualitas kadar air memburuk. Apalagi kandungan pospak bekas sudah terdapat banyak bakteri.

2. Pemicu Terjadinya Banjir

Jika kebiasaan buruk membuang pospak dilakukan setiap hari dan bukan hanya satu orang saja yang melakukannya, tetapi banyak orang, dampak yang cukup serius adalah menjadi penyebab macetnya arus air. Ketika musim hujan tiba, dengan curah hujan yang tinggi, keberadaan limbah pospak menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir.

3. Memicu Timbulnya Penyakit Pada Makhluk Hidup

Lingkungan yang tercemar bisa memunculkan berbagai macam penyakit seperti iritasi paru-paru, kulit, bahkan sesak nafas. Tidak hanya pada manusia. Tumbuhan air dan ikan juga bisa mengalami gangguan akibat limbah pospak yang dibuang sembarangan. Reproduksi ikan akan terganggu karena adanya kelainan senyawa hormon pada ikan.

4. Membutuhkan Waktu Ratusan Tahun Untuk Terurai

Terdiri dari bahan yang mengandung plastik dan kertas yang kemudian diolah menjadi micro plastik serta nano plastic membuat limbah pospak ini sangat susah terurai dan memerlukan waktu 500 tahun untuk menguraikannya. Jika jumlah limbah pospak semakin hari bertambah banyak, maka diperlukan waktu yang lebih banyak lagi bagi bumi untuk bisa mengurai limbah pospak tersebut.

5. Bisa Menyebabkan Kanker

Mengutip dari Samudranesia.id, hasil studi Environmental Health Association of Nova Scotia yang pernah dipublikasikan di “Archives of Environmental Health” menyebutkan jika limbah popok melepaskan senyawa organic berbahaya bagi manusia. Antara lain toluene, ethylbenzene, xylene dan dipentene yang bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa munculnya penyakit-penyakit berbahaya. Bahan bagian dalam penyerap air yang ada pada popok bayi berpotensi mengandung bakteri berbahaya yang bisa menimbulkan alergi. Kandungan dioksin juga ditemukan dalam bahan pembuat popok sekali pakai ini. Dioksin merupakan turunan dari proses pemutihan klorin. Senyawa ini memiliki sifat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker pada manusia.


Dari penjelasan yang telah disampaikan, mulai sekarang mari ajak diri kita untuk mengelola limbah popok bekas sekali pakai dengan lebih baik. Bahwa bumi yang kita tempati adalah bagian dari masa depan yang harus kita jaga mulai saat ini. Ajak diri kita untuk terbiasa melakukan daur ulang yang berakhir pada terbentuknya budaya bagi penerus masa depan.. (Slyika)

Dengan berlangganan, kamu turut berkontribusi mendukung gerakan ini untuk masa depan yang lebih baik.