Gak Ada Yang Pergi Haji, Lebaran Haji Tetap Ada Gak Ya?!

by Duitin • Nov 2020

1604570012-sapi-1920x1080.jpeg

Lebaran sebentaaar lagi..

Eh, nggak salah nih, kok sebentar lagi? Iya dong, karena akhir bulan Juli ini akan datang Lebaran Haji, alias Idul Adha!

Setiap tahunnya, Idul Adha menjadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim untuk melaksanakan ibadah kurban. Biasanya, Idul Adha menjadi meriah karena ibadah kurban tersebut dilakukan beramai-ramai, tidak hanya bersama keluarga, tetapi juga dengan tetangga, teman satu komplek, pengurus masjid, dan bahkan ibu-ibu PKK di RT setempat. Tidak hanya itu, yang paling menyenangkan – dan ditunggu-tunggu – adalah kegiatan seharian di hari tersebut akan diakhiri dengan mengolah dan menikmati daging kurban bersama!

Namun, Idul Adha tahun ini sepertinya akan terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terutama untuk Jakarta. Selain karena adanya virus COVID-19 yang menghalangi untuk berkumpul beramai-ramai seperti biasa, mulai tahun ini, sepertinya warga Jakarta sudah tidak bisa lagi menggunakan kantong kresek plastik sebagai pembungkus daging kurban. Sebab, per 1 Juli 2020 lalu,  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah resmi mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Larangan ini tidak hanya diberlakukan untuk pusat perbelanjaan besar seperti supermarket dan departement store, tetapi juga minimarket dan pasar rakyat di sekitar rumahmu. Tak tanggung-tanggung, apabila peraturan ini dilanggar akan dikenakan sanksi hingga jutaan rupiah, lho!

Sebetulnya, himbauan serupa sudah mulai ramai diperbincangkan sejak tahun 2016 ketika Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggaungkan slogan ‘Idul Adha Tanpa Kantong Plastik’ sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Sayangnya, karena hanya berupa himbauan, kampanye ini masih belum dikenal masyarakat luas, sehingga sebagian besar masyarakat saat itu masih tetap menggunakan kantong plastik sebagai wadah daging kurban mereka. Meskipun begitu, KLHK tidak hanya berhenti mensosialisasikan programnya saat Idul Adha saja. Dimulai pada tahun yang sama, KLHK juga melakukan edukasi dan kampanye kurangi penggunaan sekali pakai secara nasional. Melalui kampanye ini, jumlah sampah plastik telah berkurang sebanyak 652,000 ton atau setara dengan 1% dari total 65,2 juta ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia pada tahun 2016. Jumlah penurunan ini didapat selama kurun waktu 2 tahun hingga 2018. 

Nah, data tersebut bisa kamu simpulkan. Jika yang berkontribusi hanya sebagian kecil masyarakat, maka penurunan jumlah sampah plastik hanya sekitar 1% selama 2 tahun. Bisa kamu bayangkan, kan, jika jumlah masyarakat yang ikut gerakan ini menjadi semakin banyak, kira-kira berapa banyak lagi ya sampah plastik bisa berkurang? Puluhan ribu, ratusan ribu atau bahkan bisa jutaan ton? 

Mari kita dukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai larangan penggunaan kantong plastik dengan merayakan hari Idul Adha tanpa plastik! Bagaimana caranya? Kamu bisa menggerakkan kawan-kawan di lingkungan tempat tinggalmu untuk mengganti bungkus daging kurban yang tadinya kantong plastik menjadi bungkus yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, besek daun pandan dan besek daun kelapa. Selain itu, kamu bisa juga menitipkan wadah makananmu kepada panitia kurban, jika kamu berniat untuk mengambil sebagian hak daging kurbanmu. Gampang banget, kan?

Mengganti bungkus makanan dengan besek atau daun mungkin membutuhkan partisipasi banyak orang, oleh karena itu, tidak ada salahnya mulai untuk mengajak kawan-kawan Karang Taruna dan pengurus masjid di lingkungan rumahmu mulai dari sekarang. Yuk bersama-sama lakukan perubahan kecil berdampak besar demi lingkungan yang lebih baik, dimulai dari tempat tinggalmu!

Dengan berlangganan, kamu turut berkontribusi mendukung gerakan ini untuk masa depan yang lebih baik.